Sabtu, 06 Februari 2016 0 komentar

Kisah Cinta Kepiting Dan Lobster

Seekor kepiting jantan dan lobster betina berpacaran, tetapi mereka bersembunyi dari orang tua mereka karena alasan yang jelas. Akhirnya lobster sudah lelah sembunyi dari semua kerahasiaan ini dan ia mengatakan kepada ayahnya, yang akhirnya marah dan melarang dia untuk melihat kepiting itu lagi.

"Tapi kenapa aku tidak bisa melihat kepiting lagi? Kami sedang jatuh cinta!" Teriak lobster.
"Sebab," kata ayah, mencoba mencari jawaban yang masuk akal, "kepiting berjalan miring dan kita berjalan lurus ke depan!"
"Ayah," ia memohon. "Tolong ayah bertemu dia sekali dan saya yakin ayah akan berubah pikiran."

Sang ayah akhirnya setuju untuk bertemu kepiting dan dia lobster itu pergi ke kepiting untuk menceritakan kabar baik. Kepiting begitu gembira lalu dia berlatih berjalan lurus. Dia berlatih dan praktek sampai akhirnya dia bisa berjalan lurus. Dia berjalan dengan lurus ke rumah lobster.

Sang ayah melihat kepiting itu datang dan berteriak kepada putrinya, "Hei, inilah kepiting itu dan dia mabuk!"
0 komentar

Kisah Kelabang Cerdas

Suatu hari seorang pria pergi ke toko hewan peliharaan dan membeli kelabang berkaki seribu. Sales di toko itu bercerita tentang kelabang ini. Itu bukan kelabang normal. Kelabang ini bisa melakukan apa saja sebagai pembantu.

Pria itu akhirnya membeli kelabang itu dan akhirnya tiba di rumah. Pria itu menyuruh kelabang untuk menyalakan TV Jadi si kelabang menyalakannya. Lalu ia memintanya untuk membuatkan dirinya kopi. Jadi kelabang itu melakukannya. Pria itu mengatakan kepadanya untuk pergi membeli koran. Jadi kelabang itu keluar dari rumah untuk membeli koran.

Satu jam berlalu dan si kelabang tidak datang. Satu jam berlalu dan kelabang itu masih belum kembali. Jadi akhirnya orang itu berdiri dan membuka pintu depan melihat kelabang ada di situ.

"Jadi," kata pria itu melihat si kelabang, "kau sudah membeli koran?"

"Maaf, Pak," jawab si kelabang, "Saya belum selesai memakai sepatu saya."
0 komentar

Iguana Yang Bisa Bernyanyi

Seorang pria memasuki sebuh cafe lokal memegang katak dan iguana. Dia menaruh mereka di atas meja dan berkata kepada pengunjung lain yang kebetulan sedang ada di situ,

"Saya bertaruh Rp. 1 juta bahwa katak saya di sini bisa menyanyikan lagu apa pun yang dapat Anda pikirkan."

"Ok," kata tamu yang lain itu, "Bagaimana kalau 'Katakan Sejujurnya'?"

Pria itu membisikkan sesuatu ke katak, dan katak mulai bernyanyi katakan sejujurnya.

"Itu luar biasa," kata tamu itu sambil memberikan uang Rp. 1 juta.

"Aku berani bertaruh lagi Rp. 1 juta, iguana saya di sini dapat melakukan itu."

"Ok, saya percaya katak bisa, tapi tidak pada iguana. Apakah dia bisa menyanyikan lagu asing 'My Way'?"

Pria itu membisikkan sesuatu ke iguana dan menyanyikan lagu My Way. Ketika tamu itu memberikan Rp. 1 juta, seorang pengusaha datang dan berkata,

"Aku baru saja melihat itu dan saya kagum. Saya ingin membeli iguana Anda untuk Rp. 200 juta."

Pria itu bilang ok, dan ia bertukar iguana dengan uang dari pengusaha.

Tamu cafe yang lain tadi mengatakan, "Apa yang Anda gila?! Anda bisa membuat milyaran rupiah dengan iguana itu!"

Pria itu berkata, "Oh, iguana itu tidak bisa menyanyi. Katak ini ventriloquist (ahli bersuara perut)."
0 komentar

Kisah Narapidana Dan Seekor Semut Kecil

Ada seorang pria sedang menjalani hukuman seumur hidup di penjara dan pikirannya mulai sedikit terganggu, sehingga suatu hari ia melihat seekor semut kecil merangkak di lantai. Dia pikir, "Aku akan terus di sini di sisa hidupku, jadi aku bisa melatih semut kecil ini, aku pada saat yang sama dia bisa memberiku kegiatan untuk dilakukan dan meredakan stres."

Jadi ia mulai mengajar semut kecil itu. Bertahun-tahun berlalu dan dengan buku bacaan yang dia peroleh melalui surat, dia mengajar semut kecil semua pelajaran tentang hukum. Semut kecil belajar begitu baik sehingga dia memiliki pengetahuan hukum dan membuat pria itu bisa dibebaskan. Ketika para wartawan surat kabar dan TV mendengar ceritanya, berita itu tersebar kemana-mana dan menjadi perbincangan banyak orang.

Ketika ia meninggalkan penjara sekelompok ilmuwan bertemu di pintu gerbang. Pria itu membawa semut kecil di kotak korek api di saku kemejanya. Dia menunjukkan semut itu kepada para ilmuwan. Mereka menawarkan uang milyaran rupiah untuk semut kecil itu, untuk dapat digunakan dalam penelitian mereka. Tapi dia menolak mereka dan mengatakan, "Semut kecil ini dan telah bersama-sama dengan saya begitu lama. Saya tidak bisa berpisah dengan dia, dialah yang membuat saya keluar dari penjara..."

Jadi mereka memulai perjalanan mereka. "Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya pria itu kepada si semut.

"Aku ingin pergi ke warung makan yang sering kamu ceritakan padaku," jawab semut kecil itu.

Jadi mereka pergi ke warung makan yang dimaksud. Di warung itu si pria makan dan minum, dan si semut ikut makan bersama pria itu di piringnya. Ketika sudah agak kenyang dia mulai pelayan warung makan itu.

"Apakah mbak tahu siapa saya?" tanya pria itu kepada pelayan warung makan.
"Tidak, saya tidak tahu," kata pelayan warung makan.
"Saya adalah orang yang muncul di surat kabar dan televisi belakangan ini..."
"Maaf, saya tidak tahu," sambil pelayan itu pergi.

Jadi dia membuka kotak korek apinya dan mengambil semut kecil itu keluar. Memanggil pelayan itu lagi, dia berkata, "Anda tahu semut kecil ini?"

"Saya tidak tahu," dan dengan cepat ibu jari pelayan itu menggencet si semut kecil dan berkata, 

"Sebelumnya mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami tidak tahu bagaimana dia bisa di sini, padahal kemarin kami sudah menyewa jasa pembasmi serangga!"
0 komentar

Melukis Apa Yang Ada Di Dalam Diri

Reni baru pertama kali pergi ke pameran di sebuah galeri seni untuk melihat lukisan.

Dia melihat sebuah kanvas besar yang memiliki warna hitam dengan gumpalan kuning cat berceceran di atasnya. Lukisan berikutnya adalah warna abu-abu keruh yang ada tetesan cat ungu bergaris di atasnya.

Reni berjalan mendekat ke pelukisnya yang juga ada di pameran itu dan berkata, "Saya tidak mengerti lukisan anda."

"Saya melukis apa yang saya rasakan dalam diri saya," kata pelukis menjelaskan.

"Apakah anda sudah pernah mencoba minum Promag?"
0 komentar

Nama Gadis Ibu Kandung

Tono melamar pekerjaan dan sedang diberikan pertanyaan seerti biasa: Nama, umur, jenis kelamin, alamat, dan sebagainya.

Pewawancara meminta dia untuk menyebut nama ayahnya dan nama gadis ibunya.

"Apa maksud anda dengan nama gadis?" Tanya Tono.

"Siapa nama ibumu sebelum dia menikah?"

"Tidak ada," Jawab Tono.

"Apa maksud anda dengan tidak ada?"

"Karena saya tidak punya ibu sebelum ia menikah."
 
;